Jurtul dan Pemasang Togel Diangkut dari Santeong

oleh -264 views

SIBOLGA (BN)-Satuan Reskrim Polres Sibolga berhasil mengamankan 2 orang dari sebuah warung di jalan Santeong, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota, Senin (10/12) sekira pukul 21.45 WIB. Keduanya, F (35) merupakan juru tulis (jurtul) judi jenis Togel dan KIM. Sementara KTH alias G (53) merupakan pemasang atau pemain. Dari tangan kedua warga setempat tersebut, polisi berhaisl menemukan barang bukti kertas berisi nomor pasangan.

Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hatorangan Hariandja melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin membenarkan penangkapan tersebut. Katanya, keduanya ditangkap dari sebuah warung. Saat itu, F sedang menerima nomor pasangan dari KTH.

“Mengamankan 2 orang dari sebuah warung di jalan Santeong serta menyita barang bukti. Dari tangan F, kita sita 3 lembar kertas karton berisikan nomorpasangan dan uang Rp15 ribu. Dari KTH, sebuah HP merk Nokia warna hitam, uang Rp124 ribu dan 3 lembar kertas prediksi nomor keluar,” kata Sormin, Jumat (14/12).

Dari pengakuan F, bisnis haramnya telah dia lakoni selama 6 bulan terakhir dengan omzet perhari sebesar Rp600 ribu. “Imbalan yang dia terima 10 persen dari hasil penjualan,” ungkapnya.

Pemasangan nomor menurut F tidak hanya dapat dilakukan langsung dengan mendatanganinya dan menuliskan nomor pasangan diselembar kertas. Melainkan, juga dapat dilakukan lewat pesan singkat layanan SMS. “Kalau langsung, F menerima uang dari pemasang pada saat itu juga. Kalau lewat SMS, uang pasangan diberikan esok harinya,” tutur Sormin menjelaskan keterangan F.

Kepada penyidik masih kata Sormin, F mengaku tidak mengenal bandar judi tersebut. “Tapi dia mengatakan kalau uang pasangan diberikannya langsung kepada bandar, kadang dijemput oleh orang suruhan. Kalau ada nomor pasangan yang kena, kalau uang yang ada ditangannya cukup, itu diberikan kepada pemasang. Tapi, kalau uangnya kurang, F menghubungi bandar agar mengantarkan uang,” pungkasnya.

Sementara, KTH membenarka bahwa dirinya sering memasang nomor kepada F. Dia juga mengaku keberadaannya saat itu di warung tersebut, ingin melihat-lihat nomor yang sudah keluar. Setelah memastikan nomor jitu, dia baru memasang kepada F.

“Kalau nomor pasangannya tidak keluar, baru uang diberikan kepada F. Kalau kena, dia menerima hadiah langsung dari F. Begitu cara main mereka,” kata Sormin.

 

Dari data kepolisian, kedua tersangka belu pernah dihukum sebelumnya. Kini, keduanya mendekam di sel tahanan Mapolres Sibolga. Atas perbuatannya, keduanya dikenakan pasal303 ayat 1, dari KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *