Danrem 023/KS Berangkatkan Peleton Beranting Jalan Kaki Sibolga-Balige

oleh -231 views

SIBOLGA (BN)-Usai upacara peringatan HJK ke 73, Danrem 023/KS Kol Inf Mohammad Fadjar memberangkatkan Peleton Beranting Yudha Wastu Pramukha Jaya. Pemberangkatan diawali dengan upacara.

Peleton beranting Yuddha Wastu Pramuka Jaya terdiri atas dua pucuk senjata LE dengan sangkur terhunus, empat buah tabung berisikan Sumpah, Amanat, ikrar korp infanteri, dan perintah kilat Panglima Besar bapak Jenderal Soedirman (ALM), satu bendera lambang Korp Infanteri, satu bendera lambang kodam I/BB, satu tas berisikan Adminstrasi, Kelompok simbol satu regu, ton inti, kawal depan, kawal belakang.

Dalam sambutannya, Danrem mengatakan Peleton beranting Yudha Wastu Pramuka merupakan salah satu tradisi korps infanteri yang bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan nilai-nilai kejuangan, patriotisme dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
” Serta meningkatkan semangat kebanggaan korps infanteri, jiwa korsa dan soliditas dikalangan prajurit Infanteri TNI AD,” Kata Danrem.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mobilitas pasukan pejalan kaki dan kemampuan fisik perorangan dalam rangka peningkatan kualitas kesegaran jasmani prajurit Infanteri. ” Pelaksanaan tradisi korps seperti ini harus selalu kita lestarikan. Karena tradisi akan menjadi sumber kekuatan dan semangat, untuk memantapkan sikap kejuangan serta, meningkatkan kemampuan olah yudha prajurit. Guna melanjutkan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan Negara,” Ungkapnya.

Sebagai korps kesenjataan terbesar di TNI AD, prajurit infanteri dalam mengemban tugas, harus selalu berjiwa besar, menyatu dengan korps kecabangan lainnya. Serta selalu siap dalam penugasan, kapan dan di manapun bertugas. ” PrajuritInfanteri dituntut untuk mempunyai fisik yang prima, tidak mudah menyerah, memiliki tekad yang kokoh, kuat dan berdisiplin serta memiliki profesionalisme keprajuritan yang tinggi,” Imbuhnya.

Faktor lain yang tidak boleh dilupakan setiap prajurit infanteri adalah kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dalam kemanunggalan tersebut, rakyat akan selalu merasa bersama, senasib dan seperjuangan dengan TNI, dalam rangka mempertahankan NKRI,” Pungkasnya.

Selain itu masih kata Danrem, kemanunggalan TNI dengan rakyat, juga merupakan perwujudan jati diri TNI yang lahir dan berjuang bersama rakyat, dalam membela kepentingan bangsa dan negara. Hal ini sejalan dengan tema yang diangkat, Tonting yuddha wastu pramuka mewujudkan semangat juang dan solidaritas prajurit bersama rakyat,” Ujarnya.

Kegiatan peleton beranting yudha wastu pramuka diikuti 10 peleton inti dan 10 peleton pengantar. Diantaranya, untuk peleton inti terdiri dari Yonif R 100/PS, Yonif 122/TS, Yonif 123/RW, Yonif 125/SMB, Yonif 126/KC, Yonif 131/BRS, Yonif 132/BS, Yonif 133/YS Dan Yonif Rk 136/TS. Sementara, untuk peleton pengantar TNI, Yon Arhanudse 11/WBY, Yon Arhanudse 13/PBY, Yon Armed 2/105, Yonkav 6 Serbu/NK, Yon Zipur I /DD, Den Zipur 2/PS, Denrudal 004 Dan Kikavser 06/RBT.

Untuk pleton pengantar non TNI terdiri dari polri, menwa, linmas, pramuka. Tiap peserta akan menempuh 20 s/d 23 Km setiap etape yang terdiri dari 10 etape. Etape awal dari kota sibolga menuju balige Kabupaten Tobasa dengan jarak total 213 Km melewati Kecamatan Barus Tapteng, Pakkat, Dolok Sanggul, Paranginan (Kab.Humbahas) dan finish dilapangan Sisingamangaraja Kota Balige (Tobasa),” terang Danrem mengakhiri sambutannya.

Amatan, usai upacara pemberangkatan Peleton Beranting Yudha Wastu Pramukha Jaya, Danrem 023/KS yang didampingi para Dandim memberikan sembako kepada para Veteran dan Warakauri. ( rif )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *