Akibat Sering Cium Bau Kaus Kaki Bekas

oleh -46 views
BrikNews Health – Sebuah laporan dari Fujian, China menyebutkan seorang pria mengalami infeksi paru akibat serangan jamur. Infeksi pada pria bernama Peng tersebut berasal dari kebiasaannya mencium bau kaus kaki bekas.
Kasus pada Peng sebetulnya bisa terjadi pada siapa saja dengan daya tahan tubuh lemah. Jamur atau fungi yang terhirup terbawa masuk hingga mengganggu kerja organ pernapasan.
Menurut dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan dr RR. Diah Handayani, SpP, lemahnya sistem imun mengakibatkan tubuh tak bisa melawan saat ada benda asing masuk yang merugikan kondisi tubuh. Beberapa kondisi yang mengakibatkan penurunan daya tahan adalah gangguan autoimun, metabolisme, terinfeksi HIV, dan mengonsumsi antibiotik dalam jangka panjang.
“Faktor risiko lain adalah kondisi paru yang sudah rusak, sehingga menjadi tempat ideal bagi tumbuhnya jamur. Misal paru yang terluka pada penderita tuberkulosis (TBC), atau pada pasien yang mengalami bronkiektasis hingga paru-parunya menjadi berbentuk seperti sarang tawon. Salah satu jenis jamur yang bisa terhirup dan terbawa hingga ke paru adalah Aspergillus,” kata dr Diah pada detikHealth, Senin (17/12/2018).
Untuk mencegah infeksi seperti yang terjadi Peng, dr Diah menyarankan selalu menjaga kebersihan tubuh. Jamur sangat mudah tumbuh di ujung rambut hingga kaki yang berada dalam kondisi lembab. dr Diah mencontohkan foot athlete disease yaitu kondisi tumbuhnya jamur di jari kaki akibat selalu berada dalam kelembaban tinggi. Penyakit ini awalnya dijumpai pada atlet yang selalu membungkus kakinya dengan kaus kaki meski berkeringat.
Jamur yang tersusun atas benang-benang putih membentuk miselium sebetulnya tidak sulit terlihat mata. Bila menjumpai jamur di bagian tubuh sebaiknya segera dibersihkan untuk mencegah infeksi. Namun bila jamur terlanjur terhirup dan mengganggu kesehatan tubuh, dr Diah menyarankan segera ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. (fds/fds)
sumber : detikcomhealth

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *