Sandar di Pelabuhan Kapal Ini Turunkan Mayat

oleh -201 views

SIBOLGA (BN)-Sebuah kapal penangkap ikan, sandar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga, Rabu (19/12). Kalau biasanya kapal bernama KM. Samudera Sukses I ini sandar untuk menurunkan hasil tangkapan ikannya, kali ini tidak. Dari atas dalam ruang pendingin, ABK mengeluarkan sesosok jenazah yang telah membeku.

Dari keterangan pihak Kepolisian, jenazah merupakan ABK kapal tersebut yang tiba-tiba meninggal dunia ditengah laut, saat kapal melakukan aktifitas menangkap ikan. “Mayat, atas nama Taruno, jenis kelamin laki-laki, berusia 35 tahun. Dia ABK KM. Samudera Sukses I. Alamatnya, Dusun Sidomulyo, Kelurahan Pesantren, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang Jawa Tengah,” kata Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja dalam keterangan persnya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin.

Pihak kepolisian telah mengintrogasi beberapa saksi guna mencari tahu penyebab kematian. Diantaranya, Nahkoda dan ABK. “Sudah kita periksa Nahkoda dan ABK nya,” ungkapnya.

Kepada penyidik mereka mengatakan, almarhum meninggal karena sakit. Posisi kapal menurut mereka, persis di sekitar Pulau Nias, perairan Samudera Hindia. “Kejadiannya Jumat (14/12) sekira pukul 13.00 WIB. TKP 92”-56” 00’ BT dan 01”-40”-00’ LU atau 190 Myl arah barat dari pulau Nias, perairan Samudera Hindia. Menurut Nahkoda dan ABK yang kita periksa, dia meninggal karena sakit,” terangnya.

Nahkoda dan ABK kemudian memutuskan jenazah dimasukkan ke Cool Storage atau ruang pembeku kapal. Agar jenazah bisa awet, tidak membusuk sampai di Sibolga. “Jenazah di keluarkan dari ruang pendingin kapal dalam keadaan beku, kaku,” pungkasnya.

Dari hasil pemeriksaan pihak Kepolisian, juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau yang mencurigakan pada jenazah. “Jenazah dibawa ke rumah sakit Pandan untuk pemeriksaan Ver. Kesimpulan sementara, korban diduga meninggal karena Sakit. Namun, tetap kita mintakan Ver untuk mengantisipasi hal yang tidak kita inginkan,” ketusnya.

Begitu juga dengan pihak keluarga almarhum, yang memutuskan agar jenazah tidak diotopsi. “Abang korban atas nama Tasori dan Rohmani telah membuat pernyataan untuk tidak di Atopsi dan menerima keadaan yang sebenarnya,” ungkap Sormin.

Walau demikian, pihak Kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan menyita dokumen kapal. (rif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *