Ini Tanggapan Lurah Pancuran Gerobak Seputar #GantiLurah&Kepling

oleh -246 views
????????????????????????????????????

SIBOLGA (BN)-Menanggapi laporan masyarakat Pancuran Gerobak pada reses anggota DPRD Sibolga, Imran Sebastian Simorangkir, tentang pembagian Beras Miskin (Raskin) yang tidak adil dan pembagian Kartu PKH yang tidak merata, yang berbuntut pada seruan penggantian Lurah dan Kepling, Rabu (19/12) kemarin. Lurah Pancuran Gerobak, Hadi Ariandy Sitanggang membantah kalau dirinya berada dibalik semua itu. Ditemui diruang kerjanya, Hadi menjelaskan bahwa pendataan penerima raskin dan kartu PKH dilakukan langsung oleh dinas sosial. Tanpa melibatkan pihak Kelurahan, termasuk Kepling.

“Terkait dengan raskin itu, yang mendatanya dari dinas sosial, bukan dari kita, pihak kelurahan. Termasuk juga mengenai PKH. Apalagi data untuk penerima kartu PKH, itu langsung yang mendatanya adalah petugas PKH dari dinas sosial yang turun langsung kelapangan. Tanpa melibatkan kepling (kelurahan),” jelas Hadi, Kamis (20/12).

Setelah data warga dihimpun dan dikumpulkan oleh petugas dari dinas sosial lanjutnya menjelaskan, data tersebut langsung dikirimkan ke Kementerian Sosial RI. Lalu, dikementerian Sosial ada yang namanya PIM, yang berada dibawah kendali dari Wakil Presiden RI yaitu TNP2K. “Jadi, merekalah yang menyeleksi siapa warga yang layak mendapatkan bantuan Raskin dan kartu PKH tanpa mereka langsung turun kelapangan. Sehingga membuat bantuan tersebut menjadi tidak tepat sasaran,” pungkasnya.

Hadi juga mengaku mengeluh dengan sistem pendataan tersebut. Bahkan, dirinya sudah berulang kali mengajukan pergantian data melalui dinas sosial. Namun, upaya nya untuk berbuat adil tersebut, tidak membuahkan hasil. “Kita pun dari pihak kelurahan mengeluhkan sistem yang seperti ini. Dan kita pun sudah bolak balik untuk berupaya mengirimkan pergantian data agar bantuan tersebut menjadi tepat sasaran. Namun, sampai sekarang ini, tidak juga diganti. Kita pun kesal juga, karena boomerang nya jadi ke kita. Seharusnya kan, kalau mereka ingin survei, turun kelapangan, harus melibatkan kita dari kelurahan. Karena, kita yang tahu siapa-siapa warga yang layak untuk mendapatkan bantuan,” tukasnya.

Disinggung mengenai isu adanya kolusi di tingkat Kepling. Dimana, Kepling lebih mengutamakan keluarganya ketimbang warga kurang mampu lainnya, Hadi juga membantahnya.

“Pengamatan kita sebagai lurah, itu tidak ada. Kalaupun ada saudaranya, mungkin yang layak lah untuk mendapat. Itupun tidak sesuka hati kita untuk memberikan. Karena itu sesuai dari data dinas sosial,” kata Hadi.

Sekilas pria berkulit putih ini mengutarakan kekecewaannya terhadap reses yang digelar oleh politisi PDI-Perjuangan tersebut. Karena menurutnya, selama menjabat anggota DPRD Sibolga, Imran dinilai kurang perhatian kepada warga Pancuran Gerobak.

“Ada sedikit rasa kekecewaan kita, dia selaku warga yang juga tinggal dikelurahan pancuran gerobak, harusnya peduli lah dia memperhatikan kelurahan pancuran gerobak ini, jangan dimana butuh baru apa, selama ini dimana dia kalau kita tanya, ini sudah mau masuk tiga (3) periode. Malahan kita mendukung ada calon atau anggota DPRD dari kelurahan pancuran gerobak ini,” ketusnya.

Meski demikian, Hadi menghimbau kepada warga, khususnya warga Kelurahan Pancuran Gerobak untuk selalu datang ke kantor Kelurahan jika ingin menyampaikan sesuatu permasalahan.

“Datanglah berkunjung kemari. Maksudnya, kalau ada keluhan, jangan langsung diumbar dimuka umum. Silahkan datang ke kantor, kelurahan ini selalu terbuka. Silahkan sampaikan Aspirasi, jangan beranggapan, ah sudah samanya itu dengan kepling. Kalau memang kepling kita salah, kita salahkan atau ditegor. Jangan kita hanya beropini sendiri tanpa pernah kita konfirmasi kelurah, langsung cuap cuap diluar. Kita pun tidak suka seperti itu, demokrasi sajalah kita, silahkan datang, tidak ada intervensi atau intimidasi dari kita. Dak ada seperti itu, kita butuh kepercayaan dari warga,” pungkasnya. (rif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *