Ini Pesan Kapolri Menyambut Perayaan Natal dan Tahun Baru

oleh -198 views

SIBOLGA (BN)-Polri telah menginventarisir beberapa potensi kerawanan diantaranya kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat, potensi aksi terorisme, sweeping ormas dan aksi intolerasi. Kecelakaan moda transportasi baik darat, laut maupun udara. Ketersediaan dan stabilitas harga pangan serta kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Peningkatan intensitas masyarakat akan memunculkan potensi meningkatnya kejahatan konvensional seperti begal, premanisme, maupun aksi street crimes. Seperti pencurian, pencopetan dan sebagainya. Untuk itu, upaya cipta kondisi seperti operasi zebra dan kegiatan kepolisian yang ditingkakan dengan sasaran kejahatan jalanan, premanisme, penertiban penyakit masyarakat, miras dan petasan telah dilaksanakan.

Namun demikian, keberadaan pos-pos pengamanan dan pelayanan tetap harus dilakukan. Disamping itu, penegakan aturan terkait tempat hiburan dan penjualan minuman beralkohol perlu dilakukan secara bersama-sama dengan pemerintah daerah.

Hal tersebut ditegaskan Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D. dalam amanatnya yang sampaikan oleh Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja pada Apal Gelar Pasukan Operasi Lilin 2018 di Lapangan apel Mapolres Sibolga, Jumat (21/12). Terkait dengan aksi premanisme, peran Satgas Anti Teror Polda jajaran katanya perlu untuk ditingkatkan.

“Upaya-upaya preemtive strike terhadap seluruh jaringan pelaku teror perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya aksi terorisme. Selain itu, guna meningkatkan keamanan personil di lapangan, perlu diterapkan buddy system da peningkatan kewaspadaan personil,” kata Tito melalui Kapolres.

Potensi aksi sweeping oleh ormas tertentu juga perlu diwaspadai. Imbauan kepada para tokoh ormas perlu disampaikan. Agar tidak melakukan upaya sweeping, melainkan melaporkannya kepada pihak kepolisian. “Selanjutnya petugas kepolisian yang menerima laporan segera merespon sesuai dengan peraturan yang berlaku,” pungkasnya.

Apel Gelar Pasukan yang diselenggarakan secara serentak di seluruh jajaran ini, merupakan momentum penting untuk meninjau kesiapsiagaan personil, melakukan  pengecekan sarana dan prasarana pengamanan. Serta, guna memperkuat soliditas para pemangku kepentingan yang dilibarkan dalam pengamanan hari raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Sebagaimana diketahui, situasi menjelang perayaan Natal dan pergantian Tahun merupakan momen yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga. Karena diiringi pula dengan penetapan libur nasional.

Realitas ini memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan bermasyarakat, seperti terjadinya peningkatan intensitas kegiatan masyarakat, mobilitas moda transportasi, serta peningkatan demand terhadap kebutuhan pokok khususnya bahan pangan. Kondisi itu memunculkan potensi kerawanan yang harus menjadi perhatian bersama.

“Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan perlu melakukan konsolidasi bersama sembari mengecek kesiapan pengamanan, serta menyemakan persepsi, agar pengamanan dapat berjalan dengan lancar. Soliditas dan sinergisitas yang baik diantara pemangku kepentingan, menjadi salah satu kunci utama yang harus senantiasa dipelihara dan ditingkatkan. Dalam kaitan tersebut, Polri bersama segenap jajaran TNI dan stakeholder terkait lainnya, menggelar operasi kepolisian, terpusat dengan sandi ‘lilin 2018’, yang melibatkan 167.783 personil pengamanan,” tandasnya.

Operasi kepolisian terpusat ini dilaksanakan selama 10 hari sejak tanggal 23 Desember 2018 sampai dengan 1 Januari 2019. Kecuali pada 13 Polda Prioritas I, yakni Sumut, Lampung, Banten, Metro Jaya, Jabar, Jateng, FIY, Jatim, Bali, Sulut, Maluku, NTT dan Papua. Dimana kegiatan operasi akan digelar selama 12 hari terhitung sejak 21 Desember 2018. (rif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *