Mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam setiap aspek kehidupan’ 

oleh -193 views

SIBOLGA (BN)-Danrem 023/KS Kolonel Inf Mohammad Fadjar MPICT menjadiInspektur Upacara peringatan Hari Ibu ke-90 di Lapangan Upacara Makorem 023/KS, Sabtu (22/12).

Pada kesempatan tersebut, Danrem membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Yembise. Katanya, Hari lbu Indonesia lahir dari pergerakan bangsa Indonesia. Dalam pergerakan kebangsaan,kemerdekaan, peran perempuan Indonesia menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam perjuangan panjang bangsa ini untuk meraih kemerdekaannya.

“Keterlibatan perempuan dibuktikan melalui Kongres Perempuan Pertama, pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta. Yang telah mengukuhkan semangat dan tekadbersama, untuk mendorong kemerdekaan Indonesia,” kata Menteri Yohana, dibacakan Danrem.

Hakekat Peringatan Hari lbu (PHI) setiap tahunnya adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Hari lbu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

“Untuk itu, sebagai apresiasi atas gerakan yang bersejarah itu, PHI ditetapkan setiap tanggal 22 Desember sebagai hari nasional bukan hari libur. PHI juga  diharapkan mendorong semua pemangku kepentingan  untuk memberikan perhatian,pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sector pembangunan. PHI juga diharapkan dapat membawa pengaruh positif bagi peningkatan kualitas hidup, pemenuhan hak dan kemajuan perempuan,” ungkapnya.

Di lain sisi juga lanjut Danrem membacakan, dapat memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan,apabila diberi peluang dan kesempatan, akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya. Serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya.

“Saat ini, bahkan terbukti perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan benegara, mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan (agent of change),” pungkasnya.

PHI ke-90 Tahun   2018 mengusung thema, bersama meningkatkan peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan keluarga untuk kesejahteraan bangsa. Tema ini dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia Tahun 2018 dan menyelaraskan dengan arah kebijakan pembangunan PP dan PA. Sebagaimana telah tercantum dalam RPJMN 2015-2019 serta mewujudkan Nawacita sebagai salah satu agenda nasional.

“Berbagai persoalan sosial saat ini marak terjadi dan berdampak kepadakehidupan masyarakat, khususnya perempuan dan anak. Seperti terjadinya kekerasan, bentuk-bentuk perlakuan diskriminatif dan lain-lainnya,” tandasnya.

Pada upacara tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga menyampaikanucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada 6 pimpinan organisasi perempuan yaitu OASE, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), TP PKK Pusat, Dharma Pertiwi, Dharma Wanita Persatuan Pusat, Bhayangkari dan mitra kerja lainnya.Yang selalu bersama-sama terlibat dalam penyelenggaraan Peringatan Hari lbu.

“Kiranya, peringatan Hari lbu ke-90 Tahun 2018 ini dapat mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam setiap aspek kehidupan,”harapnya.

Amatan, upacara PHI tersebut diikuti oleh Kepala Staf korem 023/KS, Para Danden, Para Kasi Rem 023/KS, Para Kabalak Rem 023/KS, Para Perwira, Prajurit dan ASN korem 023/KS. Sementara undangan khusus adalah Ketua persit KCK Korem 023/KS dan pengurus. (rif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *