Pria Ini Ngaku Beli Sabu dari Panakkalan

oleh -114 views

BRIKNEWS-Usai menangkap seorang pria berinisial R dari jalan Murai gang Ampera, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga Sumatera Utara, Sabtu (6/4) yang lalu. Dimana saat penangkapan, petugas sempat mengeluarkan 2 kali tembakan. Dari hasil pemeriksaan, pria berinisial RAA alias K alias KP tersebut mengaku memperoleh sabu dari seorang pria di daerah Panakkalan, Kecamatan Tapian Nauli Tapteng, Sumatera Utara.

 

Dari hasil pengembangan yang dilakukan, polisi berhasil mengamankan seorang pria berinisial HP (36) dari sebuah rumah di desa Tapian Nauli I, dusun II, Panakkalan. Dari tangan HP petugas berhasil memperoleh barang bukti berupa sebuah alat hisap sabu atau bong, yang terbuat dari gelas kaca dengan tutup botol berwarna biru, menempel pipa kaca bekas bakaran sabu. Kemudian, 1 unit timbangan digital ukuran kecil dan selembar kertas koran berisikan gumpalan daun dan biji ganja, yang setelah ditimbang beratnya 49,3 gram.

 

“Setelah tersangka RAA dapat diamankan pada hari Sabtu pukul 22.00 WIB dari jalan Murai Gang Ampera, dilakukan interogasi serta pengembangan dengan membawa tersangka ketempat temannya. Sekira pukul 23.00 WIB, diamankan seorang laki-laki dari rumahnya di desa Tapian Nauli dusun II Panakkalan Tapteng. Dari dalam kamar, kita temukan barang bukti bong, timbangan digital dan daun ganja. Dan dari hasil tes urine, tersangka positif mengandung Amphetamine. Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka mengaku berinisial HP umur 36 tahun,” kata Sormin, Minggu (21/4).

Dari hasil pemeriksaan di Polres, kedua tersangka ternyata merupakan residivis. Dan mereka saling kenal saat menjalani hukuman di Lapas Tukka. “HP mengenal tersangka RAA saat sama-sama mendekam di Lapas Tukka. HP ini dihukum pada tahun 2016 selama 4 tahun dengan kasus yang sama. Dan saat ditagkap, status tersangka HP masih bebas bersyarat,” pungkasnya.

Kepada petugas, HP mengaku memperoleh barang haramnya tersebut dari seseorang yang namanya masih dirahasiakan oleh polisi. Dibeli seharga Rp500.000, dengan cara patungan, Sabtu (6/4). Sebagian sabu, telah dikonsumsi bersama dengan RAA. Sedangkan sebagian lagi, dikonsumsi HP seorang diri di dalam kamar rumahnya sebelum ditangkap polisi.

“Mereka belinya patungan, masing-masing Rp250 ribu. Sabu-sabu dibagi dua dan sebagian telah dikonsumsi dengan tersangka RAA. HP ditangkap setelah mengkonsumsi sabu di rumahnya,” terang Sormin.

Tersangka kini ditahan di Lapas Tukka. Sesuai perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 114 ayat 1 Subsider pasal 112 ayat 1 Jounto pasal 132 dari Undang undang RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun. (ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *