Kalah Kasasi, Hotel Wisata Indah Belum Penuhi Keputusan MA

oleh -222 views

BRIKNEWS-Hotel Wisata Indah (WI) Sibolga, Sumatera Utara, yang merupakan salah satu perusahaan yang dibawahi oleh PT. Sibolga Marine. Tahun 2017 yang lalu, Hotel ini menjadi salah satu perusahaan yang masuk dalam daftar catatan hitam SBSI, yang telah melakukan tindak pidana perburuhan. Dimana, 2 karyawan Hotel tersebut di PHK tanpa pesangon.

Bermula dari meja hijau Pengadilan Tinggi (PT) Medan, perusahaan tersebut dikalahkan oleh hakim dan.menuntut agar pihak perusahaan segera membayar pesangon karyawan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ternyata, keputusan PT Medan tersebut tidak diterima oleh pihak perusahaan, hingga akhirnya, mereka mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Namun sayang, upaya pihak pengusaha untuk mencari pembenaran kandas. Hakim MA malah memperkuat keputusan PT Medan dan kembali menuntut pihak Hotel Wisata Indah untuk segera membayarkan pesangon 2 karyawan yang telah di PHK.

“Ada beberapa perusahaan yang dilaporkan oleh SBSI. Diantaranya, PT. PAS, Hotel Wisata Indah dan Duta Tangkas Utama (DTU) dan beberapa perusahaan yang lain. Masalah, PT. PAS dan Hotel Wisata Indah adalah pesangon. Dimana karyawan yang di PHK tidak diberi pesangon. Sedangkan, DTU masalah kekurangan upah. WI digugat tahun 2012, ada 2 karyawan atas nama Mukhlis dan Hendra. Tingkat pengadilan dan mahkamah agung sudah selesai dan buruh menang,” kata Ketua SBSI Sibolga-Tapteng, Binsar Tambunan didampingi Sekretarisnya Masper Situmorang disela-sela acara peringatan May Day, Rabu (1/5).

Meski sudah ada incra MA pada akhir 2018 yang lalu, namun pihak Hotel WI masih tidak.mengakui kesalahannya. Pasalnya, hingga kini tuntutan MA tersebut belum dijalankan pihak perusahaan. “Tapi belum juga dibayar. Harusnya, mereka membayarkan pesangon itu,” ketusnya.

Rencananya, setelah peringatan May Day, SBSI Sibolga-Tapteng akan berupaya melakukan eksekusi pada pihak Hotel WI melalui Perkara Hubungan Industrial (PHI) Medan. “Kita tetap akan mengupayakan eksekusi melalui PHI Medan. Setelah 1 mei kita akan komunikasi dengan pengacara,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *