Orasi Jalanan SBSI Tuntut Revisi PP 78/2015

oleh -186 views

BRIKNEWS-Buruh atau pekerja yang tergabung dalam organisasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Sibolga-Tapteng, Sumatera Utara memperingati hari buruh atau yang biasa disebut dengan May Day. Kali ini, SBSI memperingatinya dengan menggelar orasi jalanan di sepanjang jalan Kota Sibolga hingga Pantai Kalangan Tapteng.

Berangkat dari kantor sekretariat SBSI di jalan Horas, Kelurahan Pancuran Kerambil, ratusan buruh tersebut menyampaikan beberapa tuntutan nya, yang dinilai tidak mensejahterakan buruh. Diantaranya, menolak upah murah di Kota Sibolga dan Tapteng. Kemudian, menolak PP 77/2015 karena tidak berpihak kepada kesejahteraan kaum buruh/pekerja. Menuntut pengusaha di Sibolga dan Tapteng untuk membayar upah pekerja sesuai dengan upah minimum tahun 2019 dan mendesak pemerintah daerah dan penegak hukum untuk sigap dan responsif dalam penanganan dan pengaduan tindak pidana ketenagakerjaan, termasuk menghalang-halangi berserikat.

Dalam wawancara dengan Ketua SBSI Sibolga-Tapteng, Binsar Tambunan menyebut bahwa saat ini buruh tidak dapat berharap banyak lagi dari pihak pengusaha. Pasca di keluarkannya PP 78 tahun 2015, yang dinilai bertentangan dengan Undang-undang Nomor 13 tentang perburuhan.

“Kita tidak bisa berharap banyak lagi, karena pemerintah telah membuat rel melalui PP 78/2015. PP 78 itu mengkebiri UU nomor 13,” kata Binsar, Rabu (1/5).

Salah satu diantaranya, yang paling merugikan buruh dalam PP tersebut, dimana tindak pidana perburuhan mulai kabur. “Kemudian, masalah upah dibatasi dengan inflasi. Padahal sebelumnya, upah itu disesuaikan dengan kebutuhan. Makanya, ada survei pasar. Sekarang, tidak ada lagi survei pasar,” ketusnya.

Dipertemuan antara Ketua serikat buruh dengan Presiden Joko Widodo beberapa waktu yang lalu, telah mengajukan usulan agar PP 78/2015 segera di revisi. “Mereka mengusulkan PP 78 itu direvisi. Salah satu, di PP 78 tindak pidana di bidang perburuan itu, tindak pidananya sudah mulai dikaburkan. Dengan situasi negara ini, kita coba berjuang terus,” pungkasnya.

Amatan, aksi SBSI tersebut mendapat pengawalan dari pihak Polres Sibolga. Massa menggelar orasi keliling kota Sibolga dengan tuntutan mobil patroli Sat Lantas. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *