Parit di Kawasan Pasar Sibolga Nauli Penuh Sampah

oleh -239 views

BRIKNEWS-Parit sekitar jalan Patuan Anggi, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga, Sumatera Utara tumpat, dipenuhi sampah. Akibatnya, saat hujan turun, air meluap hingga ke pemukiman warga sekitar. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir dan tidak ada petugas kebersihan dari dinas terkait yang berusaha untuk membersihkannya. Ironisnya, warga menduga petugas kebersihan tutup mata terhadap kondisi tersebut.

Menurut warga sekitar, sampah yang memenuhi parit diduga berasal dari pedagang pasar Sibolga Nauli. “Sudah sebulan lebihlah, gak tahu kenapa gak ada petugas kebersihan yang membersihkan parit ini. Padahal, sudah tersumbat kali, banyak kali sampah didalamnya. Kalau, hujan, naiklah semua air kejalan,” kata seorang pria bermaraga Sinaga, Rabu (15/5).

Diterangkannya, pasca dibangunnya jalan Patuan Anggi menjadi beton bertulang atau rigit beton, menyebabkan permukaan jalan diperkampungan warga sekitar menjadi lebih rendah. Sehingga, bila hujan turun, air dari parit jalan Patuan Anggi meluap hingga perkampungan. “Dulunya, jalan kami ini lebih tinggi dari jalan Patuan Anggi. Tapi, setelah di rigit, jalan Patuan Anggi jadi lebih tinggi. Semua sampahpun mengalir ke (Pemukiman) kami. Apalagi kalau hujan, banjirlah jalan kami ini,” tukasnya.

Selain banjir, warga juga kawatir dengan penyakit yang timbul dari tumpukan sampah dalam parit tersebut. Karena, saat cuaca kemarau, akan menghasilkan jentik nyamuk yang banyak. “Banyak kali jentik nyamuk kalau pas kemarau. Apa nggak jadi penyakit yang timbul ke kami. Itulah yang kami takutkan,” ketusnya.

Senada juga dikatakan warga lainnya, S. Simanjuntak. Ironisnya menurutnya, kondisi tersebut seperti ada pembiaran dari Dinas terkait. Padahal, dibeberapa ruas jalan di Kota Sibolga rutin dilakukan pembersihan, bahkan pengerukan. “Kayak anak tiri gitu. Saya lihat di tempat lain, sering kali dibersihkan, kenapa yang di kami ini, jarang. Apa karena anggaran gak cukup, makanya kami gak kebagian petugas kebersihan,” kata Simanjuntak dengan nada tinggi.

Menurutnya, parit sekitar jalan Patuan Anggi harus lebih diprioritaskan. Mengingat, lingkungan sekitar dapat dikategorikan sebagai penghasil sampah terbesar. “Ini lingkungan pasar, sampah pasti banyak. Kenapa bukan daerah ini yang diutamakan oleh dinas terkait itu, kenapa malah daerah lain. Saya gak bilang daerah lain itu gak perlu dibersihkan, tapi kan ada tingkatannya, mana daerah yang banyak sampah, mana yang sampahnya tidak seberapa,” ketusnya.

Dia berharap, melalui dinas terkait Pemko Sibolga segera membersihkan sampah-sampah yang tumpat di sepanjang parit jalan Patuan Anggi. “Tolonglah pak, dikerahkan petugas kebersihannya, supaya air parit ini berjalan lancar kembali,” imbuhnya. (rif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *