Warga Sebut PLN Tidak Manusiawi

oleh -249 views

BRIKNEWS-Puluhan warga Kota Sibolga, Sumatera Utara beramai-ramai.mendatangi kantor PLN cabang Sibolga, Selasa (14/5) sekira pukul 16.00 WIB. Kedatangan warga yang didominasi oleh kaum emak-emak tersebut untuk memprotes pihak PLN yang memutus sepihak aliran listrik rumah mereka.

Seperti yang dialami Bintang Hutabarat, warga Santeong, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota. Katanya, pihak PLN memutus aliran listrik rumahnya saat mereka tidak berada di rumah. “Kami jualannya di pasar, gak ada orang di rumah. Tiba-tiba, kami pulang, sudah gelap semua. Kami lihat meteran listrik kami sudah di bongkar orang PLN,” kata Bintang diamini warga lainnya ditemui di kantor cabang PLN Sibolga.

Sebelumnya lanjutnya, tidak ada pemberitahuan pihak PLN kepada mereka. Padahal, sehari sebelumnya, mereka telah melunasi tunggakan listrik mereka melalui Indomaret. “Sudah lunasnya kami bayar dari Indomaret. Tapi, kenapa masih diputus juga. Kalau memang harus membayar ke PLN, buat aturannya, gak bisa membayar melalui Indomaret atau ATM,” ketusnya.

Ironisnya menurut Bintang, petugas PLN yang mereka temui di kantor PLN cabang Sibolga mengatakan bahwa, petugas pemutusan mereka bayar Rp15.000 per meteran. “Gak tahu apa maksudnya, katanya mereka membayar petugas itu Rp15 ribu permeteran, mencabut meteran kami,” ungkapnya.

Tak hanya itu, mereka menyebut PLN tidak manusiawi, memutus aliran.listrik warga tanpa pemberitahuan. “Tidak manusiawi PLN ini. Kalaupun menunggak, apa salahnya dikasih tahu dulu. Ini main putus-putus aja,” pungkasnya.

Senada juga dikatakan warga korban pemutusan sepihak lainnya, Mirwan. Menurutnya, akibat pemutusan tersebut ayahnya yang sudah tua terjatuh di kamar mandi saat mengambil air wudhu. “Gimana ini, siapa yang tanggungjawab. Ayah saya jatuh di kamar mandi waktu mau ngambil wudhu,” kata Mirwan dengan nada kesal.

Menurutnya, pihak PLN mengusulkan agar meteran listrik mereka diganti Token. Mereka menduga, pemutusan sepihak ini hanya akal-akalan pihak PLN untuk mengalihkan pelanggan meteran lama ke Token. “Katanya, mau diganti ke token, mana mau kami. Enak-enak orang itu saja memutus listrik, baru diganti dengan token,” ketusnya.

Warga sepakat, tidak terima kalau meteran mereka diganti token dan meminta pohak PLN segera menyambung kembali aliran listrik mereka. Mengingat saat ini masih bulan Ramadhan. “Pokoknya pasang balik listrik kami. Ini bulan puasa, kami mau beribadah,” seru mereka.

Saat wartawan mencoba mengonfirmasi pihak PLN, melalui Joko salah seorang Satpam, mengatakan kalau tidak ada lagi petugas yang berkompeten yang dapat memberikan keterangan. Mengingat jam kerja mereka dibulan puasa dipersingkat. “Inikan bulan puasa, kerja hanya sampai jam 3.30 WIB. Jadi, semua sudah pulang. Besok aja datang lagi,” kata Joko. (rif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *