Pengunjung Pelabuhan Sambas Komplin Kutipan Tanpa Karcis

oleh -399 views

BRIKNEWS-Setelah diresmikan.oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, terminal Pelabuhan Sambas Sibolga, Sumatera Utara menjadi daya tarik wisatawan, untuk berkunjung ke Kota Sibolga. Hampir setiap hari, terminal megah tersebut ramai dikunjungi tidak hanya wisatawan luar kota, juga wisatawan lokal.

Tampaknya, momen ini dimanfaatkan beberapa oknum, yang menjadikan terminal pelabuhan Sambas layak nya kebun binatang. Yang mana, setiap pengunjung diwajibkan membayar tiket masuk. Anehnya, pengutipan retribusi masuk tersebut tidak disertai dengan tiket atau karcis masuk. Sehingga, terkesan seperti kutipan liar.

Seperti yang dialami Supriadi, warga Tapteng yang dimintai uang Rp20.000 untuk sekali masuk oleh petugas jaga pintu masuk Pelabuhan.

“Iya, Rp20 ribu kami membayar, masuk ke pelabuhan, Sabtu (8/6) itu, kira-kira jam 6 sore,” kata Supriadi, Senin (10/6).

Menurutnya, saat itu dia dan istrinya kedatangan saudara dari Medan dalam rangka silaturahmi idul fitri. Karena, waktu berkunjung ke Sibolga terbatas, salah seorang saudaranya meminta untuk dibawa melihat terminal pelabuhan yang baru diresmikan Presiden.

“Yang datangnya orang abang dari Medan, ngajak melihat terminal pelabuhan yang baru diresmikan Presiden itu,” ungkapnya.

Tiba di pintu masuk pelabuhan, mobil mereka di hentikan seorang pria berkaos biru muda, yang diduga petugas dari PT. Pelindo. Awalnya, petugas tersebut mempertanyakan tujuan mereka masuk ke Pelabuhan. Setelah dijelaskan, hanya ingin melihat-lihat hasil.kinerja Presiden Joko Widodo, petugas tersebut langsung mematok tarif masuk.

“Mau kemana bang, kata petugas berbaju biru muda itu. Dijawab abangku, mau kedalam, mau melihat-lihat sambil selfi-selfi. Langsung katanya, Rp20 ribu ya bang,” terang Supriadi.

Mendengar itu, Supriadi sempat ingin komplin dan mempertanyakan tujuan kutipan tersebut. Apalagi, setelah mengetahui tidak ada tiket retribusi yang diberikan oleh petugas tersebut. Namun, niatnya tersebut urung dilakukan, karena istrinya melarang.

“Sudah sempat mau turun aku, mau menanyakan kemana tujuan uang itu. Tapi, langsung dilarang istriku, sudah lah malu kita ribut-ribut. Langsunglah dibayar kakakku yang Rp20 ribu itu. Kalau enggak, sudah ku rekam kian,” tukasnya dengan nada kesal.

Menurutnya, hal yang paling membuatnya kesal, pengutipan yang tidak didasari dengan tiket resmi. “Kita bukannya gak mau bayar. Kalau tiketnya ada, pasti kita bayar, jelas uangnya ke negara,” pungkasnya.

Tidak sampai disitu, setelah beberapa jam mereka berfoto-foto didalam terminal, merekapun berencana ke dermaga. Namun, dihalangi oleh petugas, dengan alasan, waktu berkunjung telah habis. “Maaf bang, waktu berkunjung sudah habis. Sudah kayak perjara saja mereka buat pelabuhan itu,” tandasnya.

Tak hanya Supriadi, hampir semua yang masuk Pelabuhan Sambas dikutip retribusi dengan besaran beragam. “Pejalan kaki, ada yang dikutip Rp3 ribu. Yang naik kreta ada juga yang Rp12 ribu. Tapi, gak dikasih tiket,” kata Arif, salah seorang warga sekitar.

Irfan, Menager Bisnis dan Tehnik PT. Pelindo cabang Sibolga yang dikonfirmasi via telepon selularnya menolak memberi penjelasan melalui sambungan telpon. “Besok aja datang lagi, gak usah melalui telepon,” kata Irfan.

Amatan di terminal Pelabuhan Sambas, meski libur idul fitri telah usai, namun masih ada pengunjung dari luar kota yang datang hanya untuk sekedar berfoto di terminal pelabuhan tersebut. Menurut supir salah satu mobil yang ditumpangi pengunjung asal Sipirok, mereka dikenakan biaya masuk sebesar Rp20.000. Kali ini, mereka diberi tiket masuk oleh petugas. Namun ada yang janggal dengan tiket yang mereka terima. Petugas memberi mereka 9 lembar tiket dengan rincian, 1 lembar tiket warna biru khusus untuk mobil roda 4 dengan besaran tarif Rp5.000. Kemudian, 8 lembar tiket berwarna hijau khusus buat pejalan kaki dengan harga tertera Rp1.500. (rif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *