Maling Motor Ancam Warga Pakai Pisau

oleh -281 views

BRIKNEWS-Seorang pria berhasil membawa kabur sebuah sepeda motor yang terparkir di depan rumah salah seorang warga di jalan Aso-Aso, Kelurahan Pancuran Kerambil, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara beberapa hari yang lalu. Sebelum membawa kabur hasil curiannya, tetangga korban, Rina Paulina Asturi (39) sempat memergoki maling berinisial RS (39) tersebut. Namun, karena diancam dengan sebilah pisau, tetangga korban langsung lari masuk kedalam rumahnya.

Menurut keterangan korban kepada pihak kepolisian, kejadian sekira pukul 20.00 WIB. Saat itu dia sedang berada di dalam rumah, tiba-tiba mendengar suara seperti sepeda yang bergeser. Curiga dengan suara tersebut, dia lantas bergegas keluar rumah. Korban sontak kaget saat melihat sepeda motor jenis Honda Supra X 125 BB 2021 NI miliknya sudah tidak ada lagi di depan rumah.

“Langsung ke depan rumah, dilihatnya sudah gak ada lagi kretanya. Sebelumnya diparkir di depan rumah,” kata Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, Rabu (12/6).

Kemudian, korban bertanya kepada tetangganya tentang keberadaan kreta miliknya. “kata tetangganya, kereta itu dibawa orang tadi, kami diancam dengan pisau. Sehingga kami takut dan masuk kedalam rumah,” jelas Sormin menirukan perkataan tetangga korban.

Korban selanjutnya membuat laporan ke Polsek Sibolga Sambas. Dan beberapa hari kemudian, setelah pihak Polsek melakukan pendalaman, dari hasil informasi dan data yang berhasil dikumpulkan, akhirnya diketahui keberadaan pelaku. “Diterima info bahwa pelaku berada di kampung Batak Kelurahan Aek Parombunan, Sibolga Selatan,” ungkapnya.

Setelah itu, petugas langsung mendatangi alamat keberadaan pelaku dan berhasil menangkapnya. Serta menyita barang bukti yang sudah di preteli pelaku.

Kepada petugas, pelaku yang diketahui merupakan warga Sibolga Julu, Jalan Cornel Simanjuntak, Kelurahan Huta Tonga-tonga, Kecamatan Sibolga Utara tersebut mengakui perbuatannya. Sekilas, dia menjelaskan kronologis kejadian, bermula saat dia melintas dari jalan Aso-asi dan melihat 2  unit kreta terparkir di depan rumah korban.

“Pelaku mendekati kreta, dengan menggunakan gunting yang dibawa kian, dia merusak kunci kontak. Sehingga kreta dapat dihidupkan. Pelaku membawanya ke Kampung Batak,” terang Sormin.

Terkait pengancaman tetangga korban, pelaku juga membenarkannya. “Ada tetangga katanya yang melihat,sehingga dia mengancam dengan pisau,” pungkasnya.

Dari data kepolisian, pelaku sebelumnya pernah menjalani hukuman dalam kasus yang sama pada tahun 2016. Dihukum selama 2 tahun 6 bulan di Lapas Tukka.

Kini, tersangka dititipkan ke LapasTukka. Kepadanya dikenakan pasal 363 ayat 1 ke 3e dan 5e dari KUHPidana dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun. (ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *