Sempat Sehat Pasca Operasi, Tiba-tiba Meninggal Setelah disuntik

oleh -176 views

BRIKNEWS – Seorang pasien rumah sakit Ferdinan Lumban Tobing Sibolga dikabarkan meninggal dunia setelah disuntik. Sebelumnya, pasien bernama Gisen Rezeki Pratama Pasaribu tersebut dikabarkan baru saja selesai menjalani operasi. Meski masih berada diatas ranjang rumah sakit, namun kondisi pelajar SMA Negeri 1 Sorkam Barat tersebut sudah mulai membaik. Namun, setelah pihak rumah sakit menyuntik obat ke dalam infusnya, pasien tersebut tiba-tiba mengalami pusing dan kejang-kejang. Tak lama setelah itu, pasienpun meninggal dunia dengan kondisi badan membiru.

Kejadian tersebut viral di dunia maya dan sempat membuat geger para peselancar. Seperti postingan pemilik akun Romi Kebaya Dressmaker, dalam postingannya dia menyebut kalau pasien tersebut merupakan keponakannya. Sekilas, dia menceritakan awal mula kejadian, yang membuat ibu pasien yang saat itu menemani di rumah sakit sempat panik mendengar anaknya mengeluh pusing-pusing dan kejang-kejang.
“Ini lah bere kami, Gisen Kazuya Pasaribu,2 hari setelah operasi sudah sehat, tapi setelah makan obat dan di beri suntikan ke infus 1 menit langsung dia bilang pusing sm mamaknya dan kejang2 4 x dan langsung meninggal, ini lah prosesnya, dan langsung membiru,” tulis pemilik akun di laman Facebooknya.

Tak hanya itu, dalam cerita yang dimuat pada laman facebooknya tersebut, dia juga menyebutkan bahwa dokter dan perawat rumah sakit plat merah tersebut jutek dan sombong. “Otomatis eda q menjerit jerit dan mohon2 sama dokternya dan memaki maki perawat yg sangat sombong,karna sebelum di suntik kata eda q jutek x perawatnya karna 3 x di panggil selama dalam 2 jam sebelum kejadian itu,” tulisnya.

Atas kejadian tersebut pemilik akun meminta perhatian Pemerintah Kabupaten Tapteng untuk memroses insiden tragis tersebut. Belum diketahui maksud dari pemilik akun meminta bantuan Pemkab Tapteng, sementara rumah sakit FL. Tobing merupakan rumah sakit plat merah, milik Pemko Sibolga. Namun, diketahui bahwa pasien tersebut merupakan warga Sorkam Tapteng.
“Jadi kami mohon untuk pemerintah Tapteng tolong pehatiannya untuk kami masyarakat kecil ini yg jadi korban karna lelalayan pihak rumah sakit Umum FERDINAN LUMBANTOBING SIBOLGA,dan untuk memproses ini dgn baik. Kami keluarga Marbun dan Pasaribu, sangat sedih dgn kejadian ini,” tulis pemilik akun.

Banyak komentar sinis yang ditujukan kepada pihak rumah sakit. Ada yang menyebut kalau pihak rumah sakit lalai, karena diduga obat yang disuntikkan salah. Seperti komentar Lesiana Hasugian, yang menyarankan pihak keluarga pasien agar segera menindak lanjuti insiden tersebut.
“Salah obat ini , hrs di tindak lanjutin ini , biar kapok to dr nya,” tulisnya dalam komentarnya.

Bahkan, pemilik akun Ali Moerdani menyumpahi petugas medis rumah sakit atas kejadian tersebut. Apalagi seperti dialami para pasien rumah sakit selama ini, kalau para perawat di rumah sakit pemerintah tersebut sering bersikap jutek dan sombong kepada pasien.
“Bang… tu perawat. Semoga di beri azab se cepat nya. Sudah menghilang kan nyawa anak manusia,” tulisnya.

Belum ada penjelasan yang diperoleh dari pihak rumah sakit FL. Tobing terkait kejadian tersebut. Elvino Kusuma Hakim Harahap, Humas Rumah Sakit ketika dikonfirmasi via telepon selularnya, tidak menjawab. Pesan singkat yang dikirim via layanan Whatsapp atau WA, hanya dibaca dan tidak ada komentar balasan. (rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *